Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA , Situs berita Amerika Serikat, Axios, Rabu (22/12/2021) melaporkan, para pejabat Israel mengatakan bahwa langkah tersebut tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat.
Menurut artikel yang ditulis jurnalis Israel, Barak Ravid di Axios, Indonesia dianggap penting karena merupakan negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, dan menjadi target pasar utama bagi perusahaan Israel, tapi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Tel Aviv.
Pemerintah Presiden Joe Biden, katanya, sedang mencoba membangun Kesepakatan Abraham yang dicapai di era Presiden Donald Trump, dan dalam hal ini visinya melampaui Timur Tengah, hingga menjangkau negara-negara besar lain yang tidak mengakui Israel.
Sebelumnya Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price kepada Axios mengatakan, "Kami selalu menjajaki peluang tambahan untuk normalisasi, tapi kami akan membiarkan pembicaraan tentang masalah ini tetap tertutup sampai waktu yang tepat."
Axios menambahkan, Indonesia di masa Trump, merupakan negara yang diupayakan oleh pemerintah AS untuk masuk ke dalam Kesepakatan Abraham, tapi negosiasi saat itu belum berhasil keburu masa jabatan Trump berakhir. (HS)
342/